Pemerintahan
Pemerintahan/block-5
Hukum
Hukum/block-3
Pariwisata
Pariwisata/block-3
| Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Gala Dinner Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Di Hotel Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok, Rabu (15/07/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni menghadiri penyambutan oleh tuan rumah Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal dalam Gala Dinner Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Aruna Senggigi Jl. Raya Senggigi, Kabupaten Lombok, Rabu (15/7/2026). Rapat Kerja mengusung tema Pemberdayaan UMKM Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
“Selamat datang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terima kasih kepada APPSI yang telah tunjuk Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.
“Selamat menikmati Nusa Tenggara Barat. Selamat menikmati Pulau Lombok,” tambah Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam kesempatan itu, Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’oed mengatakan Pulau Lombok terus berkembang. Terlebih dengan keberadaan Sirkuit Mandalika.
“Para gubernur diajak berkumpul di Nusa Tenggara Barat yang terus berkembang,” ucapnya.
‘Bulan Oktober mendatang kita kembali ke Nusa Tenggara Barat menonton Moto GP di Sirkuit Mandalika,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto apresiasi atas berkumpulnya para gubernur di Nusa Tenggara Barat.
‘Terima kasih atas inisiatif untuk mengumpulkan kepala daerah membahas isu-isu penting,” tambah Bima.
Menurutnya, para gubernur tampak akrab dan kompak. “Kepala daerah saat ini gempurannya dari berbagai penjuru arah angin. Dari target, janji politik, hingga algoritma kekinian,” ucapnya
Dari kondisi ini. Bima mengaku mengamati tipe pemimpin.dari gubernur hingga bupati/ walikota. “Tipe eksistensi, semua langkahnya ingin eksis. Tipe prestasi, selangkah dari eksistensi ingin mencetak prestasi,” ucapnya.
“Setelah berprestasi ingin mendapatkan validasi. Tipe validasi ekspose prestasi untuk validasi,” tambahnya.
Tipe inspirasi, lanjut Bima, setiap kebijakan langkah menginspirasi kepala daerah yang lain. (Red).
Abdoel Hadifz (16) Remaja Asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pendeglang, Mendapat Sekolah Gratis Dari Program Gubernur Banten Dan Wakil Gubernur Banten.
Mata Abdoel Hafidz (16) berkaca-kaca mendapat sekolah gratis dari program Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma. Remaja asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu saat ini tidak lagi takut putus sekolah. Ia ingin memeluk gubernur karena harapan atas cita-citanya masih terjaga.
“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya.” Ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).
Ucapan itu keluar dari seorang anak yang dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya. Sekitar 80 hari lalu, Hafidz kehilangan sang ibu setelah berjuang melawan gagal ginjal. Sejak September tahun lalu, ia hampir setiap hari mendampingi ibunya menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari (SHL) Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang. Di rumah sakit itu dokter menyatakan ibunya mengalami penyumbatan pembuluh darah dan gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani cuci darah.
Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah. Ia kini tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas I SMP. Ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas di proyek bangunan di Tangerang sehingga hanya bisa pulang dua minggu sekali, bahkan terkadang sebulan sekali.
Untuk makan sehari-hari, Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah. Sementara kebutuhan hidup dikirim ayah melalui rekening ATM milik almarhum ibunya yang kini dipegang Hafidz. Dari rekening itulah ia mengatur kebutuhan sekolah sekaligus uang jajan adiknya.
Di balik beban yang dipikulnya, Hafidz tidak pernah kehilangan semangat untuk bersekolah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga. Saat masih duduk di bangku SMP, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Hafidz dipercaya menjadi bendahara Pramuka karena dinilai bertanggung jawab dan disiplin. Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan salah satu sanggar seni budaya Rampak Bedug di Pandeglang sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.
Semangat itulah yang membuat Hafidz tidak ingin putus sekolah. Namun, harapan itu sempat nyaris pupus ketika ia gagal diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.
“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” kenangnya.
Kekhawatiran itu juga dirasakan ayahnya. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, biaya sekolah swasta tentu menjadi beban yang tidak ringan. Titik terang muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang mengikuti Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Informasi itu segera disampaikan Hafidz kepada ayahnya, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya karena sang ayah masih bekerja di Tangerang.
Kini Hafidz dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah.
“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” katanya.
Pesan sang ayah sebelum kembali bekerja di Tangerang selalu ia ingat. Ayah berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak gengsi bersekolah di mana pun, memilih teman yang baik, dan menjaga adiknya.
Saat diminta menyampaikan pesan untuk ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.
“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” ujarnya.
Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.
Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.
“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.
Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.
Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.
Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.
Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.
Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup. (Red).
Serang - Polda Banten menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Banten bertempat di Pendopo Gubernur Provinsi Banten pada Senin (13/07).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten Dr. H.R. Achmad Dimyati Natakusumah, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea Ketua Umum DPP BAMAG Nasional Dr. Japarlin Marbun, Pengurus DPP BAMAG Nasional, serta Pengurus DPW BAMAG Nasional Provinsi Banten.
Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa Polda Banten menyambut baik pelantikan kepengurusan DPW BAMAGNAS Provinsi Banten sebagai wadah yang dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.
"Kami mengucapkan selamat kepada pengurus DPW BAMAGNAS Provinsi Banten yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjadi jembatan dalam memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis," katanya.
Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan merupakan salah satu kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
"Sinergi yang baik antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi keagamaan, situasi kamtibmas di wilayah Banten akan tetap aman, damai, dan kondusif. Peran para tokoh agama sangat penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat," ujarnya.
Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea berharap kolaborasi yang telah terjalin antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
"Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga Provinsi Banten tetap aman, damai, dan sejuk," tutupnya. (Red).
Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III (Siaga), Aktivitas Kawasan Wisata Pantai Anyer Dan Carita Berlangsung Normal.
Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, fokus pemerintah tidak hanya pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, terutama potensi tsunami.
“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status GAK,” kata Lutfi, Kamis (9/7/2026).
Menurut Lutfi, keputusan untuk melakukan evakuasi masyarakat akan bergantung pada hasil analisis dan informasi resmi mengenai potensi tsunami. Erupsi gunung tidak serta-merta menyebabkan masyarakat harus mengungsi apabila tidak terdapat indikasi tsunami.
Ia menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. BPBD Provinsi Banten terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.
Lutfi mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hasil pantauannya terkait aktivitas wisata di Anyer-Cinangka berjalan normal.
Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, hingga saat ini rekomendasi PVMBG masih tetap sama, yakni masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Anggi menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan kondisi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Saat itu tinggi tubuh gunung mencapai sekitar 337 meter di atas permukaan laut (mdpl) sebelum terjadi longsoran, sedangkan hasil pengamatan terbaru menunjukkan tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 158 mdpl.
“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah ditetapkan pada Status Level IV (Awas). Bahkan saat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat diminta tidak menafsirkan tingkat aktivitas gunung hanya berdasarkan peristiwa masa lalu, melainkan tetap mengikuti rekomendasi resmi PVMBG dan informasi pemerintah.
Pantauan di sejumlah destinasi wisata menunjukkan aktivitas pariwisata tetap berjalan normal. Di Pantai Bandulu, Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan sekitar 30 orang dari Universitas Pancasila mengatakan memilih perjalanan wisata ke Anyer karena telah direncanakan sekitar satu bulan sebelumnya.
“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Parung, Bogor, yang datang bersama 28 anggota komunitas senam. Meski mengetahui peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, rombongannya tetap melaksanakan agenda wisata.
“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.
Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang saat ini menempuh pendidikan di Tangerang, juga tetap menikmati liburan bersama dua kerabatnya.
“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.
Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha di Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan mencapai sekitar 30 hingga 50 bus serta puluhan kendaraan pribadi.
“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Red).
Gubernur Banten Andra Soni, Meninjau Proses Khitanan Massal Pada Rangkaian Festival Cengkok Muharram 1448 H/2026 M, Di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Gubernur Banten Andra Soni sampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan partisipasi warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dalam pembangunan. Pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh di kampung ini.
“Saya datang ke sini dan merasa luar biasa. Saya melihat anak-anaknya sehat, UMKM-nya berkembang, dan acaranya disiapkan dengan sangat baik,” ujar Andra SOni saat menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M yang diinisiasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cengkok Karya Mandiri, Sabtu (11/7/2026).
“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kampung Cengkok berhasil menghidupkan berbagai kegiatan sosial terlihat dari aktifnya pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga pelaku UMKM yang berkembang,” tambahnya.
Andra Soni juga memuji penyelenggaraan Festival Muharram yang dinilai berlangsung tertib dan profesional meski digelar di tingkat kampung. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan membangun kegiatan berkualitas melalui kolaborasi dan partisipasi bersama.
“Hal-hal baik seperti ini harus kita duplikasi. Amati, tiru, dan modifikasi,” ucapnya.
Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M, memadukan kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Rangkaian acaranya meliputi khitanan massal bagi 60 anak dari Kecamatan Jayanti dan masyarakat umum, bazar puluhan UMKM lokal untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, talkshow inspiratif, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pelayanan perekaman KTP elektronik.
Selain mengapresiasi inisiatif masyarakat, Andra Soni turut menyampaikan sejumlah program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Program Sekolah Geratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta, penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga mengapresiasi kondisi anak-anak di Kampung Cengkok yang dinilainya tumbuh sehat, percaya diri, serta memiliki kemampuan yang baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah organik dan nonorganik menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah persoalan lingkungan di masa depan, termasuk risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir akibat gas metana.
“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Itu langkah sederhana yang dampaknya sangat besar,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Andra kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kampung Cengkok atas semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Haji dan Umrah RI Abdul Rahman Saputra, Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rahman, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi acara. (RED).
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Meraih Dua Penghargaan Bronze Winner Dalam Ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026.
Jakarta – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan Bronze Winner pada ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Awarding IDEAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
IDEAS merupakan ajang penghargaan tahunan yang mengapresiasi institusi dengan praktik terbaik dalam komunikasi berbasis Diversity, Equity, Inclusion (DEI) serta Environmental, Social, Governance (ESG). Penjurian IDEAS 2026 dilaksanakan secara daring dan menetapkan Untirta sebagai penerima penghargaan pada dua kategori. Untirta meraih Bronze Winner kategori Insan ESG subkategori ESG Manager yang diterima oleh Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom., serta Bronze Winner kategori ESG Communication Program subkategori Environmental melalui program “From Waste to Wealth”.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Untirta, Deden Hery Hermawan, S.E., M.M, menjelaskan bahwa IDEAS merupakan kompetisi dan penganugerahan program komunikasi atau Public Relations (PR) strategis yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA. Menurutnya, ajang tahunan tersebut terbuka bagi kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, hingga korporasi swasta di seluruh Indonesia dengan tujuan mendorong komunikasi program keberlanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ajang IDEAS 2026 merupakan kompetisi komunikasi strategis berbasis DEI dan ESG yang sangat bergengsi di tingkat nasional. Alhamdulillah, tahun ini Untirta berhasil meraih dua penghargaan, yaitu penghargaan Insan IDEAS yang diraih oleh Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom dan penghargaan program ESG Communication melalui From Waste to Wealth. Capaian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun Untirta tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Deden.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Untirta untuk terus aktif berpartisipasi pada ajang IDEAS di tahun-tahun mendatang serta memperluas partisipasi pada lebih banyak kategori dan cabang penghargaan.
“Ke depan kami berharap Untirta terus aktif mengikuti ajang IDEAS dan dapat berpartisipasi pada lebih banyak kategori yang diselenggarakan. Saya juga mengucapkan selamat kepada Adhitya Angga Pratama dan seluruh tim Humas Untirta. Teruslah berkarya dan membawa nama Untirta di kancah nasional” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Humas Untirta, Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom., yang juga menerima penghargaan Bronze Winner kategori Insan ESG – ESG Manager, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim Humas Untirta dan dukungan penuh pimpinan universitas.
“Penghargaan ini bukanlah pencapaian individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh tim Humas Untirta serta dukungan pimpinan universitas. Melalui program From Waste to Wealth, kami ingin menunjukkan bahwa komunikasi kehumasan dapat menjadi instrumen perubahan, menghubungkan gagasan keberlanjutan dengan aksi nyata yang dirasakan masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program komunikasi yang inovatif, berdampak, dan menginspirasi,” kata Adhitya.
Program From Waste to Wealth sendiri merupakan salah satu inovasi komunikasi ESG Untirta yang mengangkat pengelolaan sampah menjadi sumber nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program tersebut mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi visi Healthy, Integrated, Smart and Green (HITS Green) University sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan meraih dua penghargaan nasional ini semakin memperkuat posisi Untirta sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan komunikasi publik yang inovatif, strategis, dan berdampak. Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Adv)
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau ruas Jalan Serdang–Bojonegara–Merak di Jalan Raya Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (6/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi langkah percepatan rencana pelebaran jalan menjadi empat lajur guna mengurai kemacetan, meningkatkan keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas kawasan industri di wilayah utara Provinsi Banten.
Ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer itu merupakan akses utama kendaraan dari dan menuju kawasan industri Bojonegara, kawasan tambang (quarry), serta Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ). Tingginya mobilitas kendaraan berat selama ini menyebabkan kemacetan karena jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan awal akan dilakukan dengan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia sehingga badan jalan dapat diperlebar sekitar satu meter di setiap sisi. Langkah itu menjadi solusi sementara sebelum pembangunan jalan empat lajur direalisasikan.
“Harapannya jalan ini menjadi empat lajur. Masyarakat tetap menjadi prioritas, tetapi aktivitas industri juga harus terus berjalan agar perekonomian Banten semakin maju,” katanya.
Dody menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pelebaran jalan empat lajur. Selanjutnya, Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaan, sementara Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon akan menangani proses penyiapan lahan sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan aktivitas industri.
“Dengan kapasitas jalan yang lebih besar, pengaturan lalu lintas nantinya diharapkan dapat memisahkan kendaraan berat dengan kendaraan penumpang maupun sepeda motor sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman,” jelas Menteri Dody.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat karena ruas Serdang–Bojonegara–Merak merupakan jalan nasional yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” ujar Andra Soni.
Ia menegaskan, pelebaran jalan bukan semata untuk memperlancar distribusi logistik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses layanan kesehatan.
“Sebagai bentuk komitmen percepatan, Kami (Pemprov Banten, red) telah menyiapkan DED pelebaran jalan empat lajur dan akan mendukung proses pengadaan lahan agar pembangunan dapat segera memasuki tahap konstruksi,” tambah Andra
Selain pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak, Dikesempatan ini Andra Soni juga mengusulkan percepatan pelebaran ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto yang menjadi akses utama menuju Kawasan Banten International Stadium (BIS). Menurutnya, ruas jalan nasional sepanjang 9,4 kilometer tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses menuju stadion multifungsi terbesar di Provinsi Banten sekaligus melayani mobilitas masyarakat di kawasan Sport Center Banten.
Andra menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten mengusulkan pelebaran sepanjang sekitar 3,5 kilometer mulai Simpang Palima Kota Serang hingga Pasar Baros Kabupaten Serang. Pelebaran tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas yang saat ini masih terdiri atas dua lajur dua arah dan telah memiliki tingkat kejenuhan lalu lintas.
“Selain ruas Serdang–Bojonegara–Merak, kami juga mengusulkan pelebaran akses menuju Banten International Stadium. Ruas ini sangat penting karena menjadi jalur utama masyarakat menuju kawasan sport center dan mendukung kelancaran mobilitas di wilayah Serang,” kata Andra.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Banten memfokuskan penyusunan DED serta dokumen perencanaan pengadaan tanah. Hingga akhir tahun ditargetkan seluruh bidang tanah yang terdampak telah terinventarisasi sehingga proses sosialisasi dan pengadaan lahan dapat dilaksanakan pada 2027.
Menurut Arlan, pelebaran jalan direncanakan dilakukan secara bertahap dengan prioritas sekitar 10 kilometer pada tahap pertama. Lebar ruang milik jalan (ROW) akan ditingkatkan dari sekitar 8–10 meter menjadi 25 meter, termasuk penyesuaian sejumlah jembatan pada ruas tersebut.
“Target kami tahap pertama sepanjang 10 kilometer dapat diselesaikan lebih dahulu. Yang terpenting setiap tahapan berjalan tuntas sehingga pembangunan dapat berlanjut sesuai rencana,” katanya.
Melalui sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat daya saing kawasan industri sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. (Red).
COPYRIGHT © BeritaGlobal.co.id