BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Pemerintahan

Second Slider

Pemerintahan

Pemerintahan

Pemerintahan/block-5

Hukum

Hukum/block-3

Pariwisata

Pariwisata/block-3

Latest Articles

H-5 Lebaran, Gubernur Andra Soni Tinjau Kelancaran Arus Mudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

Gubernur Banten Andra Soni, Mengingatkan Para Pemudik Di Pelabuhan Merak-Bakauheni Untuk Menjaga Keselamatan Selama Perjalanan Mudik.

Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Hengki meninjau kondisi arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (15/3/2026) dini hari. Peninjauan dilakukan pada H-5 Idulfitri untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang akan menyeberang menuju Bakauheni, sekaligus melihat kesiapan petugas dalam melayani pemudik.


Turut hadir dalam rombongan tersebut Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, Komandan Lanut Sultan Ageng Tirtayasa Letkol Pom Moch. Eka Wahyudi. 


Rombongan meninjau sejumlah titik di kawasan pelabuhan, mulai dari jalur masuk kendaraan hingga area antrean menuju kapal penyeberangan. Gubernur Andra Soni juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pemudik yang tengah menunggu giliran naik kapal menuju Pulau Sumatera.


Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni bersama rombongan turut menyalurkan bantuan kepada para pemudik. Bantuan dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia itu berupa air mineral, tisu basah, serta obat-obatan yang dibagikan langsung kepada pengendara yang berada di antrean kendaraan.


Pembagian bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada para pemudik yang menempuh perjalanan jauh agar tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan menuju kampung halaman.


Berdasarkan pemantauan di lapangan pada H-5 Lebaran, kondisi arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan terpantau relatif lancar dan terkendali. Aktivitas penyeberangan kapal berjalan normal, sementara antrean kendaraan masih dapat diurai oleh petugas di lapangan. Di sejumlah titik, kendaraan terlihat bergerak tertib secara bertahap menuju dermaga. Hingga dini hari, tidak terlihat kepadatan signifikan di kawasan pelabuhan.


Kepada para pemudik di lokasi, Andra Soni mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan mudik. Ia meminta masyarakat mempersiapkan kendaraan dengan baik serta menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.


“Yang pertama tentu jaga keselamatan. Persiapkan kendaraan dengan baik, kemudian jaga kondisi fisik juga,” ujar Andra Soni.


Ia juga mengimbau para pemudik untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta aktif mencari informasi terkait kondisi perjalanan.


“Ikuti arahan petugas dan cari informasi dari kanal-kanal yang ada, supaya informasi tentang kondisi jalan maupun cuaca bisa diketahui dengan baik,” katanya.


Kepada masyarakat Banten yang akan melakukan perjalanan mudik, Andra Soni berharap seluruh proses perjalanan dapat berjalan dengan aman dan lancar.


“Doa kita semua semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan dengan baik,” ujarnya.


(Red).

Jelang Idulfitri 2026, Andra Soni Perkuat Koordinasi Layanan Mudik dan Wisata di Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Menggelar Silaturahmi Dan Buka Bersama Forkopimda Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang. Kegiatan yang turut dihadiri oleh para bupati dan wali kota ini digelar untuk menegaskan kesiapan pelayanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H / 2026 M.


​Andra Soni menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.


​“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi Forkopimda, para bupati dan wali kota, pengelola jalan tol, pengelola pelabuhan penyeberangan, serta seluruh pihak dalam pelayanan arus mudik dan balik Idulfitri,” ucap Andra.


​Terkait dengan kerusakan di sejumlah ruas jalan tol, Andra mengapresiasi adanya upaya perbaikan oleh pihak pengelola. Ia menyoroti Jalan Tol Tangerang–Merak yang sempat menjadi perhatian masyarakat luas karena merupakan akses utama menuju Pelabuhan Merak dan kawasan strategis lainnya.


​Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota yang telah memperbaiki jalan berlubang demi memberikan pelayanan yang lebih baik. “Alhamdulillah, pelaksanaan perbaikan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.


​Selain itu, Andra juga berterima kasih atas kehadiran para kepala daerah dan berharap kolaborasi terus terjalin untuk memastikan kelancaran arus mudik. “Mohon didoakan agar para kepala daerah selalu diberikan kesehatan,” tambahnya.


​Lebih lanjut, Andra menegaskan bahwa kolaborasi, sinergi, dan komunikasi juga harus berjalan dengan baik dalam mengatur arus lalu lintas menuju destinasi wisata. Menurutnya, komunikasi yang baik dan terarah dapat mencegah kekecewaan wisatawan akibat salah informasi.


​Ia menyebutkan bahwa objek wisata seperti Anyer dan Tanjung Lesung serta Sawarna akan menjadi tujuan utama para pengunjung, terutama dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan Sukabumi.


​“Pemprov Banten juga telah mendirikan Pos Siaga Bencana Mudik Lebaran Idulfitri 1447 H di Gedung Negara Provinsi Banten,” jelasnya.


​Sebagai informasi tambahan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyatakan bahwa BPBD se-Provinsi Banten mengerahkan 646 personel dan 51 posko. Posko-posko tersebut disebar di berbagai titik arus mudik dan tempat wisata, termasuk di lokasi yang rawan kemacetan serta bencana.


(Red).

Gubernur Banten Ajak Masyarakat Jaga Alam untuk Cegah Bencana

Gubernur Banten Andra Soni, Menyampaikan Sambutan Pada Acara Berbagi Berkah Ramadan, Yang Berlangsung Di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk senantiasa memelihara dan menjaga kelestarian alam. Ia menekankan bahwa bencana kerap terjadi akibat kondisi alam yang sudah tidak bersahabat karena kerusakan lingkungan.


​"Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kepedulian kita dalam memelihara dan menjaga alam," ujar Andra dalam acara Berbagi Berkah Ramadan bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rashid di Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara), Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (14/4/2026).


​Menurut Andra, sepanjang tahun 2026 telah terjadi beberapa musibah banjir di Provinsi Banten yang diakibatkan oleh kelalaian kita dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, ia kembali mengimbau semua pihak untuk mencegah kerusakan alam lebih lanjut.


​Dalam kesempatan tersebut, Andra juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Keluarga Semesta Nusantara yang telah membangun Pusbatara sebagai lembaga peduli lingkungan. Ia berharap kawasan ini dapat menjadi pusat edukasi sekaligus tempat pelestarian budaya dan alam.


​"Saatnya kita bergerak dan berkolaborasi dalam melestarikan serta menjaga alam," tambahnya.


​Senada dengan Andra Soni, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rashid juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai alam, termasuk menjaga seni, budaya, dan tradisi lokal.


​"Kita harus mencintai budaya dan seni untuk kehidupan di masa mendatang, supaya kita tetap sehat, bugar, cageur, dan panjang umur," kata Maesyal.


​Sementara itu, warga Kampung Sikluk, Desa Cirarab, Arnasih (45), mengaku senang dengan kehadiran Pusbatara. Ia berharap kawasan edukasi tersebut dapat mengembalikan suasana asri di Kecamatan Legok yang kini telah banyak berubah menjadi kawasan industri.


​"Keberadaannya bagus. Lokasi di sini yang tadinya terbilang gersang, dengan adanya Pusbatara, semoga bisa menjadi lebih asri," ungkap Arnasih.


​Sebagai informasi, Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara) merupakan kawasan edukasi budaya dan pelestarian alam seluas 25 hektare di Legok, Banten. Kawasan yang berfokus pada keharmonisan alam, seni, dan budaya Nusantara ini tengah dalam tahap pembangunan aktif. Nantinya, Pusbatara akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti eco camp, agrowisata, serta Hall Dunia Satu Keluarga.


​Ketua Umum Yayasan Keluarga Semesta Nusantara Edward Luminto menyatakan, dukungan dari pemerintah menjadi motivasi bagi organisasinya untuk terus mengabdi kepada masyarakat.


​“Pusbatara hadir sebagai wadah pemersatu. Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan di bulan suci ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkokoh sinergi dengan Gubernur dalam membangun Banten yang lebih inklusif," pungkas Edward.


(Red).

Gubernur Andra Soni Apresiasi Penunjukan Banten sebagai Proyek Percontohan "Jaga Desa" Kejagung

Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Kegiatan Jaga Desa Dan Rapat Koordinasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Tangerang, Di Lemo Hotel Serpong, Kamis, (12/03/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi ditunjuknya Provinsi Banten sebagai proyek percontohan pelaksanaan optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan tata kelola keuangan di tingkat desa.


​“Alhamdulillah, Provinsi Banten menjadi proyek percontohan dari kegiatan optimalisasi program Jaga Desa Kejagung RI,” ujar Andra Soni dalam kegiatan Jaga Desa dan Rapat Koordinasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Tangerang di Lemo Hotel Serpong, Kamis (12/3/2026).


​Melalui program ini, Andra berharap Jaga Desa dapat dioptimalkan dengan melibatkan BPD melalui pendampingan kejaksaan. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan pengawasan pembangunan dan keuangan desa berjalan efektif.


​"Agar semua program, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, bisa berjalan maksimal dan hasilnya bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.


​Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung Reda Manthovani menegaskan, Jaga Desa adalah wujud dukungan kejaksaan terhadap tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Program ini menyinergikan peran BPD yang memang memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa.


​"Agar para anggota BPD bisa lebih tajam dalam pengawasannya, maka disinergikan dengan program Jaga Desa. Ini bukan dalam rangka mencari kesalahan atau melakukan kriminalisasi," tegas Reda.


​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pertanggungjawaban keuangan desa saat ini telah menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang terintegrasi langsung dengan aplikasi Jaga Desa milik kejaksaan. Meski demikian, BPD diimbau untuk tetap turun langsung mengawasi jalannya kegiatan di lapangan.


​"Sebab, pertanggungjawaban yang muncul dalam aplikasi Jaga Desa itu hanya berupa angka," pungkasnya.


(Red).

Digitalisasi dan Identitas Bank Banten Harus Diperkuat

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Hadiri Agenda Buka Bersama Dan Aksi Sosial Bulan Suci Ramadhan, Di Graha Bank Banten, Kota Serang, Kamis, (12/03/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengapresiasi peningkatan kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran manajemen terlena dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Memang kinerja Bank Banten lambat laun, pelan tapi pasti semakin baik. Kita harus bisa membuktikan bahwa Bank Banten bisa lebih baik dari hari ini,” ungkap Deden saat menghadiri agenda Buka Puasa Bersama dan Aksi Sosial Bulan Suci Ramadan di Graha Bank Banten, Kota Serang, Kamis (12/3/2026).


Sejauh ini, kinerja Bank Banten menurutnya terus menunjukkan perbaikan dan patut diapresiasi. Meski demikian, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Banten dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing di industri perbankan.


Deden juga menekankan pentingnya penguatan layanan berbasis digital. Perkembangan teknologi telah mengubah pola transaksi masyarakat sehingga bank harus mampu menyediakan layanan yang mudah diakses secara digital.


“Sekarang masyarakat menggunakan gadget dan alat telekomunikasi untuk bertransaksi. Karena itu pelayanan digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat semakin nyaman menyimpan dan mengelola keuangannya di Bank Banten,” katanya.


Selain digitalisasi, Deden juga menyoroti pentingnya penguatan identitas korporat sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Identitas perusahaan harus semakin tampak di ruang publik sehingga masyarakat semakin mengenal Bank Banten.


“Identitas perusahaan itu penting agar masyarakat semakin mengenal Bank Banten. Kalau sudah kenal, maka kepercayaan masyarakat juga akan tumbuh,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar fasilitas kantor cabang terus diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi nasabah. Dengan begitu, Bank Banten dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat.


“Performa kantor juga harus meyakinkan masyarakat agar mereka percaya menitipkan sesuatu yang berharga di Bank Banten,” tambahnya.


Sementara itu, Komisaris Utama Bank Banten Hoiruddin Hasibuan mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat seluruh karyawan dalam mengembangkan Bank Banten ke depannya.


“Kegiatan buka bersama ini sebenarnya adalah kebersamaan kita seluruh karyawan. Di samping melaksanakan kegiatan keagamaan, kita berharap dengan adanya kegiatan ini semangat teman-teman dalam mengembangkan Bank Banten semakin besar,” ujarnya.


Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan pelayanan kepada nasabah. Termasuk memperkuat sistem teknologi informasi melalui kerja sama dengan Bank Jatim.


“Dengan adanya kerja sama KUB dengan Bank Jatim, peningkatan terhadap IT kita terus didiskusikan agar pelayanan terhadap nasabah bisa semakin baik dan komplain-komplain bisa berkurang,” katanya.


Di tempat yang sama, Direktur Utama Muhammad Busthami menuturkan peningkatan pelayanan menjadi komitmen utama manajemen Bank Banten. Utamanya dalam mencapai target perusahaan pada tahun 2026 dan di tahun yang akan datang.


“Peningkatan pelayanan sudah menjadi bagian dari komitmen kami. Salah satu strategi pencapaian target tahun 2026 adalah penguatan service excellence dan operational excellence,” ujarnya.


Selanjutnya, ia menegaskan Bank Banten juga telah membentuk unit kerja khusus yang menangani informasi nasabah serta penyelesaian keluhan secara lebih cepat dan terintegrasi. Hal itu sebagai langkah dalam meningkatkan pelayanan.


“Kita sudah membuat unit kerja khusus untuk melayani customer information dan penyelesaian customer complaint, sehingga permasalahan yang muncul bisa segera dicarikan solusi,” jelasnya.


Busthami menambahkan, Bank Banten juga tengah melakukan penguatan identitas korporat melalui proses rebranding agar masyarakat semakin mengenal jati diri Bank Banten sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada Bank Banten.


“Melalui proses rebranding ini kita ingin menyajikan kepada masyarakat luas warna dan jati diri Bank Banten, termasuk penguatan identitas perusahaan,” katanya. 


Dalam kesempatan tersebut, Bank Banten menyalurkan sejumlah bantuan kepada anak yatim. Bantuan tersebut juga dilaksanakan di seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bank Banten.


(Red).

Optimalkan Potensi Ekonomi, Gubernur Banten Dorong Zakat Jadi Modal Usaha Produktif

Gubernur Banten Bersama Tinawati Andra Soni, Menunaikan Zakat Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZANAS) Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni, mengajak para amil atau pengelola zakat, infak, dan sedekah untuk mengarahkan penyaluran dana zakat pada program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu, zakat memiliki potensi besar sebagai modal usaha produktif guna meningkatkan kesejahteraan penerimanya secara berkelanjutan.


​“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berharap BAZNAS terus mengembangkan program zakat produktif. Kita ingin pemberian zakat ini dapat membuat penerimanya menghasilkan sesuatu secara mandiri dan terus-menerus,” ujar Andra Soni dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an dan Gebyar Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (10/3/2026).


​Andra meyakini bahwa potensi zakat di Provinsi Banten masih dapat dimaksimalkan melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan data BAZNAS Banten, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, total zakat yang terhimpun mencapai Rp29,308 miliar dan telah disalurkan kepada 56.629 penerima manfaat.


​Selain sektor ekonomi, Gubernur juga memberikan apresiasi atas alokasi zakat untuk bantuan pendidikan. Hal ini dinilai sejalan dengan fokus Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).


​“Zakat yang diberikan sebaiknya tidak langsung habis, tetapi dikembangkan untuk membantu usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup jangka panjang,” imbuhnya.


​Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Wawan Wahyuddin, menjelaskan bahwa seluruh penyaluran zakat telah dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat, yakni kepada delapan golongan (asnaf). Melalui momentum Gebyar Zakat ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar untuk disalurkan kepada yang berhak.


​"Sesuai firman Allah, dana ini akan disalurkan diantaranya kepada fakir miskin, mualaf, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah agar memberikan keberkahan bagi semua," ungkap Wawan.


​Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Andra Soni bersama istrinya, Tinawati, turut menunaikan zakat melalui BAZNAS secara langsung. Ia juga menyerahkan santunan kepada para pramukantor di lingkungan Pemprov Banten serta masyarakat kurang mampu yang tinggal di sekitar kawasan KP3B.


​Syenal (29), salah seorang pramukantor yang menerima bantuan, menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian tersebut. Ia mengaku bantuan ini sangat membantu keluarganya menjelang hari raya. “Sangat bersyukur, bantuan ini bisa digunakan untuk keperluan hari raya anak dan istri,” pungkasnya.


(Red).

Sambut Peserta Pendidikan Lemhanas, Wagub Dimyati Ungkap Strategi Ketahanan Pangan Banten

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Hadir Saat Menyambut Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan Dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX 2026, Di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin, (09/03/2026).

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan berbagai strategi penguatan ketahanan pangan saat menyambut peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX 2026 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (9/3/2026). Ia juga menegaskan soal pentingnya kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Forkopimda.


Wagub mengungkapkan, wilayah Provinsi Banten terbagi menjadi wilayah Utara dan Selatan. Wilayah Utara meliputi Tangerang Raya yang didominasi oleh daerah industri. Sementara wilayah Selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang masuk daerah pertanian dan perkebunan.


Perkembangan di wilayah utara dengan daerah industrinya menurutnya cukup signifikan. Sementara untuk wilayah selatan menjadi penyumbang lumbung pangan nasional ke-8.


Dari tiga wilayah itu, pada tahun 2025, Provinsi Banten mengalami lonjakan signifikan produksi padi sebesar 14,41 persen atau dari 1,55 juta ton menjadi 1,77 juta ton, dengan penambahan perluasan lahan dari 299.000 hektare menjadi 349.288 hektare.


“Hal itu sesuai dengan tema SSDN P4N LXIX tahun 2026 ini yakni kebijakan pangan nasional, menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan Indonesia,” katanya.


Untuk mendukung swasembada padi yang berkelanjutan, Pemprov Banten telah menerapkan berbagai kebijakan seperti optimalisasi irigasi, memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani serta mempercepat masa tanam.


“Kemudian secara kekuatan finansial APBD, Banten menjadi peringkat pertama secara nasional dengan kemandirian fiskalnya mencapai 80 persen. Artinya, untuk menunjang berbagai pembangunan yang dilakukan, sebagian besar tertumpu pada PAD,” katanya.


Selain padi, komoditas pangan lainnya juga terus dikembangkan. Salah satunya yang menjadi konsen Pemprov Banten adalah produksi jagung. Untuk mendorong swasembada jagung, Pemprov Banten berkolaborasi dengan Polda Banten.


Pada tahun 2025, luas tanam jagung yang sudah terealisasi mencapai 2.498,5 hektare atau 99,94 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri seluas 2.500 hektare dengan hasil produksi mencapai 2.997,1 ton.


“Di tahun 2026 ini, Polda Banten menargetkan perluasan lahan tanam jagung seluas 3.775,42 hektare dengan total yang sudah ditanam pada kuartal I mencapai 406,27 hektare,” kata Kapolda Banten Irjen Hengki menambahkan.


Sementara itu, Wakil Gubernur Lemhanas Laksamana Madya TNI Edwin menambahkan, P4N ini merupakan program pemantapan pimpinan tingkat nasional. Mereka adalah calon pemimpin yang menjunjung moralitas, beretika, dan bermental negarawan serta berpikir strategis, terampil dalam memecahkan masalah dalam lingkup nasional, regional, dan global. Pendidikan diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari jajaran TNI 25, Polri 14, ASN 12, dan non-ASN serta negara sahabat 3 orang.


“Ini adalah kelompok A, di mana Banten dipilih sebagai wilayah kunjungan strategis dengan orientasi peningkatan kemampuan analisis berbagai permasalahan di daerah,” katanya.


(Red).