BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Pemerintahan

Second Slider

Pemerintahan

Pemerintahan

Pemerintahan/block-5

Hukum

Hukum/block-3

Pariwisata

Pariwisata/block-3

Latest Articles

Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM, Sekda Deden Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Pembukaan Serang Fair 2026, Yang Belangsung Di Kawasan Satdion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat, (07/08/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menghadiri pembukaan Serang Fair 2026 di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat (7/8/2026) malam. Ajang yang menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal.


Serang Fair 2026 digelar pada 7–10 Agustus 2026 di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Menghadirkan hiburan melalui penampilan band lokal dan nasional, kegiatan itu menjadi wadah promosi bagi UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.


Mewakili Gubernur Banten Andra Soni, Deden menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang secara konsisten menyelenggarakan Serang Fair setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Serang Fair memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Deden.


Deden menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Serang pada 2025 mencapai 5,2 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,7 persen. Capaian tersebut menunjukkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk penyelenggaraan Serang Fair, mampu mendorong aktivitas ekonomi di Kota Serang.


Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Pemerintah Kota Serang dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang untuk mempercepat pembangunan,” katanya.


Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penguatan sektor ekonomi, tetapi juga pembangunan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat. Beberapa proyek strategis yang tengah berjalan di antaranya peningkatan ruas jalan, pembangunan akses di kawasan Terondol, hingga pembangunan flyover yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.


Deden juga mengajak masyarakat untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengembangkan usaha. Pemprov Banten bersama Pemkot Serang, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang mendukung tumbuhnya UMKM serta ekonomi kreatif.

“Jangan ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Deden turut mengajak masyarakat memanfaatkan Serang Fair 2026 sebagai momentum untuk membeli dan menggunakan produk-produk lokal. Menurutnya, keberpihakan terhadap produk UMKM akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.


Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi yang secara resmi membuka Serang Fair 2026 mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memeriahkan HUT ke-19 Kota Serang.


“Serang Fair menjadi ruang promosi produk unggulan daerah dan penggerak ekonomi masyarakat,” kata Budi.


Ia mengungkapkan, penyelenggaraan Serang Fair pada 2025 berhasil menarik 383.232 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp11,3 miliar. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Serang Fair tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.


Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan penyelenggaraan Serang Fair 2026 dengan membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal. Dukungan terhadap UMKM, IKM, dan pelaku ekonomi kreatif dinilai menjadi kunci dalam memperkuat perekonomian daerah.

Ia berharap Serang Fair 2026 dapat menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Serang yang maju, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus mendorong UMKM agar terus tumbuh dan berkembang sebagai penopang utama ekonomi daerah. (Red).

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Tenddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Serta Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Hadir Pada Persiapan MPLS Calon Siswa Sekolah Rakyat 07 Dan 08 Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang. 

Gubernur Banten Andra Soni terus mempermudah akses pendidikan bagi seluruh anak-anak di Provinsi Banten secara berkeadilan dan merata. Tekad itu semakin kuat karena Andra Soni pernah mengalami satu fase dalam kehidupannya mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.


Namun Andra Soni merasa bersyukur ternyata ada orang baik yang menolongnya untuk terus melanjutkan pendidikan sebagaimana anak-anak lain sekolah. Orang baik akhirnya menjadi orang tuja asuh.


Kisah itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan, calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026). Tampak hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.


Menurut Andra Soni, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara kepada seluruh anak-anak bangsa. Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.


Oleh karena itu, Andra Soni meyakini jika salah satu cara agar kita bisa keluar dari kemiskinan, kesulitan dan keterbelakangan itu adalah melalui pendidikan. Maka dari itu, hadirnya Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan harapan besar dalam rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.


“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” katanya.


Pada kesempatan itu Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Mensos dimana saat ini sudah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten. Ini akan menjadi modal kita untuk mendorong terwujudnya generasi unggul dan berdaya saing. “Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama Seskab Teddy Indra Wijaya, saat berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat, mengajak untuk meneladani Andra Soni. Usaha yang keras dibarengi dengan berdoa menjadikannya sebagai gubernur.


“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” tambahnya.


Pada tahun 2025, lanjut Teddy, ada 165 Sekolah Rakyat dan siswanya mencapai 43 ribu anak. Pada tahun ini ada penambahan 100 Sekolah Rakyat yang menjadi cita-cita presiden.

“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” kata Teddy.


Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sangat membantu dalam menyediakan lahan untuk sekolah. Menteri yang akrab dipanggil Gus Ipul itu menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya.


“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelasnya.


“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” tambah Gus Ipul. (Red).

Terima Kunjungan Danlanal Baru, Gubernur Banten Andra Soni Siap Tingkatkan Kolaborasi

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Komandan Angkatan Laut (Lanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani.

Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten yang baru Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani di selasar Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (5/8/2026).


Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani secara resmi menggantikan pejabat sebelumnya Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro. Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia di Selasar Mako Kodaeral III Jakarta, Kamis (16/07/2026) lalu.


Andra Soni mengungkapkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Danlanal Banten selama ini terjalin sangat harmonis, baik formal maupun informal. Apalagi, Danlanal Banten mempunyai peranan strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan ruang laut di wilayah Banten.


"Saya mewakili Pemprov Banten siap meningkatkan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Banten, sehingga perekonomian masyarakat berjalan baik begitu juga dengan iklim investasi," katanya.


Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro atas pengabdiannya selama bertugas di Provinsi Banten. Kemudian kepada Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Andra Soni mengucapkan selamat datang di Provinsi Banten.


"Kita terus berkolaborasi untuk kemajuan daerah" pungkasnya. (Red).

Gubernur Andra Soni Apresiasi Umat Hindu Jaga Kerukunan untuk Kemajuan Provinsi Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Menandatangani Prasasti Peresmian Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Yang Berlokasi Di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada pemeluk agama Hindu yang selama ini terus menjaga kerukunan dan menjadi bagian dari pembangunan Provinsi Banten. Khususnya dalam bersinergi dengan seluruh kelompok masyarakat dalam rangka menciptakan kerukunan untuk kemajuan daerah.


"Alhamdulillah, hari ini saya menerima kunjungan silaturahmi dari panitia pembangunan Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, salah satu pura yang berlokasi di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten," ujarnya saat menerima perwakilan pemeluk agama Hindu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang. Selasa (4/8/2026).


Di kegiatan tersebut Andra Soni menandatangani prasasti peresmian Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati. Ia juga menerima undangan langsung dari Panitia Pelaksana Utsawa Dharma Gita (UDG) yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2026.


"Semoga waktu dan kesehatan pada saat dilangsungkan acara memungkinkan saya untuk hadir, tapi secara pribadi, saya Insya Allah bisa hadir," ujarnya.


Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Banten dari pemeluk agama Hindu, Eko Sudono mengapresiasi Andra Soni yang berkenan menandatangani Prasasti Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati. Menurutnya, ini adalah momentum karena ini pertama kalinya gubernur menandatangani Prasasti untuk Pura di Provinsi Banten.


"Ini sebuah momentum yang luar biasa, tentu kami akan sangat menjaga apa yang tadi disampaikan oleh Gubernur yang menitipkan pesan agar kita orang Hindu sebagai bagian dari masyarakat Banten menjaga kerukunan, menjaga keutuhan Banten sebagaimana seharusnya kita menjaga keutuhan kita masyarakat Indonesia secara utuh," ujarnya.


Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Banten Gusti Made Subanie mengatakan, kehadirannya pada hari ini untuk mengundang Gubernur Andra Soni yang merupakan pembina organisasi untuk membuka pelaksanaan UDG pada tanggal 12 September 2026. Acara dilaksanakan di Pura Eka Wira Anantha yang berada di dalam area Kompleks Grup 1 Kopassus.


"Kami sangat berharap kehadiran Gubernur Andra Soni untuk membuka UDG, agar bisa memberi semangat kepada kontingen Provinsi Banten saat berlaga nanti di tingkat nasional di tahun 2027 di Palu," pungkasnya. (Red).

Andra Soni: Turnamen Sepak Bola Jadi Hiburan dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Gubernur Banten Andra Soni, Menyaksikan Pertandingan Final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3, Yang Digelar Di Lapangan IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu (02/08/2026).


Gubernur Andra Soni menyebut turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh masyarakat merupakan hiburan rakyat. Ia berharap semakin banyak pertandingan sepak bola yang diselenggarakan masyarakat menjadi hiburan sekaligus penggerak ekonomi rakyat.


Hal tersebut disampaikan Andra Soni usai menyaksikan Final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3  di lapangan sepak bola IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu (2/8/2026) petang. Ia mengaku bahagia dapat menyaksikan turnamen sepak bola bersama ribuan masyarakat.


"Sepak bola adalah hiburan masyarakat. Di sini kita bisa bersama-sama menyaksikan pertandingan dengan senang hati," katanya.


Andra Soni juga menilai, turnamen terbuka turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Ia berharap, pertandingan serupa dapat diselenggarakan di berbagai tempat di Banten.


"Selain sebagai hiburan, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, perkembangan sepak bola saat ini sangat menggembirakan. Setiap turnamen selalu mendapatkan antusiasme masyarakat.


Selain itu, prestasi juga semakin meningkat dengan prestasi yang dibuktikan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2025 lalu. Menurutnya, sepak bola Provinsi Banten menduduki peringkat ketiga.


"Tahun ini, kita menjadi juara Piala Soeratin, juara kedua dari Kota Tangerang," ucapnya.


Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Terbuka Maung Cup 3, Yusuf Bahtiar mengatakan, turnamen tersebut diselenggarakan karena tingginya antusias masyarakat terhadap sepak bola. Ia berharap, turnamen serupa tetap dilaksanakan pada masa yang akan datang dan dapat melahirkan pesepakbola profesional dari Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.


"Selain itu, kita melihat banyaknya bakat sepak bola pada generasi muda," katanya.


Final Maung Cup 3 menyajikan pertandingan antara klub Persako Desa Kareo Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang melawan klub sepak bola Ratu dari Desa Majasari Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang. Skor pertandingan berakhir 2-0 bagi klub Ratu Desa Majasari.


Sebagai informasi, turnamen sepak bola Maung Cup 3 dibuka pada tanggal 27 Juni 2026. Sebanyak 32 klub yang mengikuti pertandingan selama turnamen berlangsung. Tim berasal dari Kabupaten Tangerang, Lebak, Serang dan Kabupaten Bogor. Maung Cup 3 memperebutkan piala bergilir dan hadiah uang dengan total Rp 50 juta. (Red).

Naik Vespa Bersama SBB, Gubernur Andra Soni Ajak Komunitas Rawat Persatuan dan Promosikan Wisata Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Komunitas Scooter Banten Bersatu (SBB), Melakukan Touring Dari Gedung Negara Provinsi Banten, Menuju Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (01/08/2026).


Suara khas mesin Vespa memenuhi jalan-jalan Kota Serang, Sabtu (1/8/2026). Di antara ratusan scooteris yang mengikuti kegiatan Kongkow Scooter Banten Bersatu (SBB), tampak Gubernur Banten Andra Soni ikut mengendarai Vespa Sprint berwarna biru.


Rombongan memulai perjalanan dari Gedung Negara Provinsi Banten, melintasi Jalan Veteran, kawasan Ciceri, hingga berakhir di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kota Serang. Bagi Andra Soni, perjalanan itu bukan sekadar touring, melainkan momentum mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membangun daerah.


“Sebuah kehormatan bagi saya hari ini bisa bersama-sama dengan Scooter Banten Bersatu. Dari kecil saya sering melihat orang naik Vespa, tetapi saya tidak pernah punya Vespa. Hari ini saya bersilaturahmi dengan temen-temen komunitas Vespa,” ujar Andra.


Di hadapan ratusan pecinta Vespa dari berbagai daerah di Banten, Andra mengajak seluruh anggota komunitas untuk terus menjaga kekompakan serta menjadi bagian dari pembangunan daerah.


“Mari kita rawat Banten melebihi cara kita merawat Vespa-vespa kita. Jaga terus persatuan, jaga terus Banten kita tercinta. Semoga Banten semakin maju,” katanya.


Suasana semakin hangat ketika Andra menceritakan pengalamannya pertama kali mengendarai Vespa dalam rombongan besar. Ia mengaku hingga kini belum memiliki Vespa pribadi dan menggunakan motor milik ajudannya untuk mengikuti touring.


“Sampai hari ini saya tidak punya Vespa. Tadi ajudan saya bilang, ‘Pak, Vespa saya saja yang dipakai’. Akhirnya saya bisa ikut touring hari ini,” ucapnya.


Menurut Andra, komunitas pecinta motor seperti Scooter Banten Bersatu menjadi contoh bagaimana hobi dapat melahirkan solidaritas sosial dan memperkuat persaudaraan.


“Saya melihat ini komunitas yang sehat. Bisa membawa keluarga, saling menjaga kebersamaan. Teruslah menjadi bagian untuk menjaga Banten dan menjaga persatuan. Karena tidak akan mungkin kita menjadi daerah maju tanpa persatuan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Scooteris Banten Bersatu (SBB), Fahmi, mengatakan kegiatan Kongkow SBB tidak hanya menjadi ajang berkumpul para pecinta Vespa, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial.


“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi berbagai komunitas Vespa di Banten. Rangkaian acaranya meliputi donor darah, santunan, hingga diskusi. Ratusan scooteris dari Anyer, Cilegon, Pandeglang, Lebak, hingga Tangerang hadir memeriahkan kegiatan ini,” kata Fahmi.


Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui komunitas diharapkan mampu mempererat hubungan antarscooteris sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kehadiran Gubernur Andra Soni di tengah komunitas Vespa pun menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui perjalanan singkat di jalanan Kota Serang, Andra tidak hanya menikmati pengalaman mengendarai Vespa, tetapi juga mengajak komunitas untuk bersama-sama menjaga persatuan, mempromosikan potensi wisata, dan terus menjadi bagian dari kemajuan Provinsi Banten. (Red).

BNN Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja Jaringan Aceh-Medan, 2 Orang Ditangkap


Medan - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 92 kilogram yang merupakan jaringan lintas provinsi Aceh-Medan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap dua orang yang diduga berperan sebagai kurir dan penerima barang.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman ganja dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menuju Kota Medan pada (28/7/2026).


"Tim memperoleh informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Gayo Lues menuju Medan menggunakan satu unit mobil," kata Tatar, Jumat (31/7/2026).


Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi kendaraan yang diduga membawa ganja pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Jamin Ginting, Desa Batu Layang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.


Petugas kemudian menghentikan mobil Daihatsu Xenia berwarna silver bernomor polisi BK 1596 RS dan melakukan penggeledahan. Dari dalam mobil ditemukan tiga karung goni berisi 92 bungkus ganja dengan berat bruto sekitar 92 kilogram atau 92.960,3 gram.


"Ditemukan barang bukti berupa 92 kilogram narkoba jenis ganja, dan seorang tersangka berinisial J yang berperan sebagai kurir," ujarnya.


Setelah menangkap kurir, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan seorang pria berinisial SS alias U yang diduga sebagai penerima atau penyimpan barang. Tersangka ditangkap di depan minimarket di Simpang Deli Tua, Jalan Bunga Rampe IV, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.


Petugas kemudian menggeledah rumah tersangka di Perumahan River Valley Blok 44 Nomor 15, Jalan Bunga Rampe IV. Dari lokasi tersebut ditemukan satu bungkus plastik berisi ganja dengan berat bruto 7,2 gram.


"Seluruh barang bukti dan kedua tersangka kemudian dibawa ke Kantor BNNP Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Tatar.


Dari pengungkapan di tiga lokasi tersebut, BNNP Sumut menyita barang bukti berupa 92 bungkus ganja dan satu bungkus plastik ganja dengan total berat bruto 92.967,5 gram. Selain itu, petugas juga menyita satu unit mobil Daihatsu Xenia, satu unit sepeda motor Honda Beat, serta tiga unit telepon seluler milik para tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun hingga pidana mati atau penjara seumur hidup.


BNNP Sumut memperkirakan penyitaan ganja seberat 92 kilogram tersebut menyelamatkan sekitar 18.500 jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika. (Red).