BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Pemerintahan

Second Slider

Pemerintahan

Pemerintahan

Pemerintahan/block-5

Hukum

Hukum/block-3

Pariwisata

Pariwisata/block-3

Latest Articles

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Turnamen Tenis Perkuat Soliditas Antar Instansi

Polda Banten Menggelar Turnamen Tenis Di Lapangan UH Tennis Center, Di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Dalam Rangka Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80.

Serang – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Banten menggelar Turnamen Tenis Lapangan yang berlangsung di Lapangan UH Tennis Center, Jalan Miyabon, Lingkungan Cibebek, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Jumat (22/05). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, serta memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Banten.


Kegiatan pembukaan turnamen dihadiri langsung Gubernur Banten Andra Soni, bersama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, jajaran pejabat utama Polda Banten, unsur Forkopimda, KONI Provinsi Banten, Ketua Umum PELTI Provinsi Banten Novriadi Purwansyah, serta ratusan peserta dari berbagai instansi di wilayah Banten. Sebanyak 160 peserta turut ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung mulai 22 hingga 26 Mei 2026.


Ketua Umum PELTI Provinsi Banten Novriadi Purwansyah menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Banten beserta jajaran atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan kompetisi, namun juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan sportivitas, serta membangun semangat persaudaraan dan soliditas antar instansi di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya.


Novriadi juga menambahkan bahwa melalui kegiatan olahraga bersama seperti ini diharapkan hubungan kelembagaan dan komunikasi antar instansi semakin kuat sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.


Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam mengatakan bahwa tenis lapangan bukan sekadar olahraga, namun juga sarana membangun disiplin, sportivitas, dan kebersamaan. “Saya menilai bahwa tenis lapangan bukan hanya sekadar olahraga, namun juga menjadi sarana yang mampu menyatukan semangat disiplin, sportivitas, kebersamaan, dan soliditas antar peserta. Melalui olahraga, kita dapat membangun komunikasi yang baik serta memperkuat hubungan antar instansi,” kata Andra Soni.


Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Banten atas dukungannya terhadap perkembangan olahraga tenis di Provinsi Banten. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten yang telah memberikan dukungan besar terhadap pengembangan olahraga tenis di Provinsi Banten. Bahkan saya menilai beliau sangat layak disebut sebagai ‘Bapak Tenis Provinsi Banten’ karena kepedulian dan dedikasinya dalam memajukan olahraga tenis di daerah ini,” ungkapnya.


Di kesempatan yang sama, Kapolda Banten menegaskan bahwa turnamen tenis lapangan merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan memeriahkan hari jadi Polri, namun juga memperkuat sinergitas dan kebersamaan lintas sektor.


“Pelaksanaan turnamen tenis lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Polri, namun juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Banten,” ujar Kapolda Banten.


Kapolda Banten juga menekankan bahwa olahraga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan semangat juang. “Olahraga tenis lapangan bukan hanya sekadar ajang kompetisi, namun juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, semangat juang, dan kerja sama yang baik. Saya berharap kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Provinsi Banten,” lanjutnya.


Melalui turnamen ini, seluruh peserta diharapkan dapat menjunjung tinggi semangat fair play serta menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas antar instansi. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud nyata sinergitas dalam menjaga kondusivitas wilayah Provinsi Banten. (Bidhumas).


(Red).

Gubernur Andra Soni: Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi

Gubernur Banten Andra Soni, Hadir Pada Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan Di Indonesia.

Pelayanan kesehatan saat ini tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional. Pelayanan kesehatan perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui Program Mobile Klinik, Pemerintah Provinsi Banten ingin program ini mendorong pemerataan kesehatan.


“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” ungkap Andra Soni dalam Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia. Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta, Selasa (19/5/2026).


“Topografi dan kondisi 11 ribu kilometer jalan di luar jalan nasional turut menjadi pertimbangan pelaksanaan program Mobile Klinik,” tambahnya.


Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah dengan jumlah rumah sakit terbanyak. Namun pelayanan kesehatan belum merata karena luasnya wilayah. Melalui Program Mobile Klinik, pelayanan kesehatan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat.


Pemprov Banten juga sangat terbuka terhadap hasil riset dari para peneliti BRIN. Sinergi dan kolaborasi dengan para peneliti BRIN, khususnya dalam transformasi digital bidang kesehatan, menurutnya dapat menghasilkan inovasi yang saat ini sudah diterapkan di Banten, yaitu Mobile Klinik berbasis telemedicine.


Dari seminar ini, lanjut Andra Soni, Pemprov Banten mendapatkan beberapa rekomendasi penting. Pertama, mengenai keamanan data medis pasien. Kedua, peningkatan literasi digital baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Ketiga, inovasi alat kesehatan dalam negeri yang lebih terjangkau namun memiliki standar kualitas tinggi.


“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.


Di tempat yang sama, Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN Agus Eko Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan adalah aspek kritikal untuk menyambut Generasi Emas 2045. Transformasi pelayanan kesehatan secara digital juga perlu dibarengi dengan kebijakan birokrasi. Transformasi ini menyangkut isu keamanan nasional khususnya data pribadi dan data rekam medis.


“Transformasi bukan sekadar pengadaan alat tapi peningkatan pelayanan kesehatan. Pengembangan telemedicine ke depan sangat penting untuk pelayanan kesehatan yang inklusif,” pungkasnya.


Sebagai informasi, saat ini program Mobile Klinik Provinsi Banten melayani tiga wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Salah satu petugas Mobile Klinik, Apoteker Ijat mengatakan, satu tim Mobile Klinik terdiri dari dokter, dua perawat, apoteker, dan sopir.


“Masyarakat menyambut antusias Mobile Klinik. Pernah melayani 100 orang lebih saat Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan USG juga disambut antusias para ibu hamil karena layanan ini jarang ada di pedesaan,” ungkap Ijat.


Setiap hari, Mobile Klinik melakukan berkeliling ke sejumlah daerah kecuali pada hari libur. Dinas Kesehatan Kabupaten dan puskesmas akan menentukan lokasi kunjungan. Prioritasnya adalah daerah yang tidak termasuk kategori pelosok, tetapi sulit dijangkau. Misalnya seperti di Desa Cikedung, Kabupaten Serang.


“Mobile Klinik dilengkapi X-ray, USG, dan EKG. Pelayanan dan obat gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.


(Adv).

Optimalkan Keamanan Swakarsa, Subdit Polmas Ditbinmas Polda Banten Gelar Pembinaan Pokdarkamtibmas

Subdit Polmas Ditbinmas Polda Banten, Menggelar Kegiatan Pembinaan Kepada Kelompok Sadar Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas), Selasa, (19/05/2026).

Serang – Dalam upaya memperkuat keamanan swakarsa dan meningkatkan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, Subdit Polmas Ditbinmas Polda Banten menggelar kegiatan pembinaan kepada Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) pada Selasa (19/05).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Ditbinmas Polda Banten, pengurus Pokdarkamtibmas, serta perwakilan elemen masyarakat. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Banten.


Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Ditbinmas Polda Banten menyampaikan bahwa Pokdarkamtibmas memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Pokdarkamtibmas merupakan bagian penting dari pengamanan swakarsa yang membantu Polri dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat serta kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.


Selain mempererat sinergitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan sosial di lingkungan masing-masing.


Sebagai bentuk dukungan terhadap operasional anggota Pokdarkamtibmas di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sarana kontak secara simbolis berupa jam dinding berlogo Pokdarkamtibmas dan Polri kepada para pengurus yang hadir.


Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan Pokdarkamtibmas semakin aktif dan solid dalam membantu tugas kepolisian menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Provinsi Banten. (ADV)

Tinawati Andra Soni Ajak Anak-anak Banten Perkuat Literasi Lewat Mendongeng

Semifinal Festival Storytelling "Suara Nusantara 2026" Berlangsung Di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Sabtu, (16/05/2026).

Bunda Literasi Tinawati Andra Soni mengajak anak-anak di Provinsi Banten untuk mulai membangun budaya dan tradisi membaca sejak dini melalui kegiatan mendongeng. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat literasi dan melestarikan cerita rakyat daerah.


Hal itu disampaikan Tinawati saat membuka semifinal Festival Storytelling “Suara Nusantara 2026” di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (16/5/2026).


“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bangga dan bahagia karena bisa mengikuti kegiatan Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026,” katanya.


“Tentu saja ini adalah upaya kita bersama dalam memperkuat budaya literasi. Kemudian, kita juga sekaligus mewariskan cerita rakyat, khususnya di Provinsi Banten, yang jumlahnya sangat banyak,” ungkapnya menambahkan. 


Tinawati mengatakan, kegiatan mendongeng menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat literasi anak sejak usia dini melalui tradisi bertutur.


“Harapannya tentu saja yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan minat baca, kemudian memperkuat literasi anak-anak kita sejak dini, dan ini juga melalui tradisi bertutur,” ujarnya.


Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari komunitas, sekolah, orang tua, guru, hingga masyarakat luas. Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk mulai membiasakan budaya membaca melalui berbagai kegiatan positif, termasuk mendongeng.


“Kegiatan ini adalah upaya kita bersama. Jadi anak-anakku sekalian, adik-adikku, mari kita ikuti seluruh kegiatan dan rangkaian apa pun yang ada di Provinsi Banten," katanya. 


Sementara itu, Managing Director Suara Nusantara Fest Cahaya Manthovani mengatakan peserta Festival Storytelling dari Provinsi Banten tahun ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Ia berharap kegiatan Suara Nusantara dapat terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia sebelum nantinya dilombakan pada tingkat nasional.


“Luar biasa sekali. Saat saya melihat videonya di Instagram, cara penyampaiannya lebih ekspresif dan saya merasa justru harus lebih banyak belajar dari mereka semua,” katanya.


“Iya, kita mau per daerah dulu, nanti baru dinasionalkan khusus untuk cerita-cerita rakyat,” katanya menambahkan.


(Adv).

BKPSDM Pandeglang Pelajari Penerapan Manajemen Talenta ASN di Kota Serang

BPKSDM Kabupaten Pandeglang, Melakukan Kunjungan Kerja Ke BPKSDM Kota Serang, Selasa (12/05/2026).

SERANG – Penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Serang mulai menjadi rujukan daerah lain di Provinsi Banten. Sistem yang telah diterapkan Pemerintah Kota Serang itu kini dipelajari oleh BKPSDM Kabupaten Pandeglang.


BKPSDM Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan kerja ke BKPSDM Kota Serang, Selasa (12/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari penerapan manajemen talenta yang dinilai lebih dulu berjalan di Kota Serang.


Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni, mengatakan pihaknya membuka ruang berbagi pengalaman kepada daerah lain yang sedang mempersiapkan penerapan manajemen talenta.


Menurutnya, penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari kebijakan nasional sehingga pemerintah daerah perlu mempercepat implementasinya agar berjalan sesuai aturan.


“Kami menjelaskan bagaimana penerapan manajemen talenta di Kota Serang. Harapannya, daerah-daerah di Provinsi Banten bisa segera menerapkan sistem ini dan tidak mengalami kendala,” ujarnya.


Murni mengatakan, Kota Serang saat ini menjadi salah satu daerah rujukan di Banten terkait penerapan manajemen talenta. Bahkan, sejumlah daerah lain di luar Banten mulai melakukan konsultasi ke BKPSDM Kota Serang.


“Kami memang diminta berbagi pengalaman oleh BKN Kanreg Bandung agar daerah-daerah di wilayah kerja bisa lebih cepat menerapkan manajemen talenta,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Pandeglang, Tb Ahmad Juaeni, mengatakan pihaknya datang ke Kota Serang untuk mempelajari seluruh tahapan penerapan manajemen talenta.


“Kami datang ke Kota Serang untuk berguru terkait penerapan manajemen talenta. Kami ingin tahapan yang dilakukan sesuai aturan dan tidak loncat-loncat,” ujarnya.


Menurutnya, Kabupaten Pandeglang sebenarnya sudah menyelesaikan beberapa tahapan awal. Namun, pihaknya masih membutuhkan pembelajaran dan pendampingan agar implementasi manajemen talenta dapat berjalan maksimal.


Dalam kunjungan tersebut, BKPSDM Kabupaten Pandeglang mempelajari berbagai proses mulai dari penyusunan tahapan, pemetaan pegawai, sistem penilaian, hingga mekanisme pendampingan penerapan manajemen talenta.


“Kami ingin prosesnya lebih matang. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan tahapan yang ada bisa segera selesai sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal,” ucapnya. (Adv)

Lepas Jemaah Haji Kloter 13 Kabupaten Pandeglang, Ini Pesan Wagub Dimyati

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Memberikan Sambutan Saat Pelepasan Calon Jamaah Haji Kloter 13 Asal Kabupaten Pandeglang, Sabtu, (09/05/2026).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah melepas jemaah haji Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang pada Sabtu dini hari (9/5/2026). Pelepasan ditandai dengan pemberian bendera Merah Putih kepada ketua rombongan, didampingi Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.


Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan ibadah haji merupakan ibadah yang penuh tantangan. Ibadah haji memerlukan biaya besar dan kondisi fisik yang prima.


"Tidak sembarang orang bisa berhaji. Manfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar beribadah," kata Dimyati.


Dimyati berharap para jemaah haji mendapatkan predikat haji mabrur. Untuk itu, ia menyampaikan pesan kepada jemaah agar menjalankan ibadah dengan khusyuk disertai bekal ilmu. Ia juga memberikan tips agar tidak terburu-buru untuk segera menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.


"Jamaah harus jaga kesehatan untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian haji," katanya.


Selanjutnya, Dimyati berpesan agar para jemaah disiplin. Mereka diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk disiplin waktu.


"Setiap melaksanakan rangkaian haji, upayakan tepat waktu," pesan Dimyati.


Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berpesan agar jemaah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ia juga meminta para jemaah menjaga nama baik Kabupaten Pandeglang.


"Tunjukkan bahwa masyarakat dari Kabupaten Pandeglang adalah masyarakat yang santun, religius, ramah, dan juga penuh kepedulian," pesan Dewi.


Jemaah Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang berjumlah 388 jemaah. Terdiri atas 164 laki-laki, 216 perempuan, dan 8 tim pembimbing ibadah haji.


(Red).

Kapolda Banten Pantau Langsung Penerimaan Terpadu Polri TA 2026, Tegaskan Seleksi Bersih dan Transparan

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Meninjau Langsung Proses Seleksi Penerimaan Terpadu Calon Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun Anggaran 2026.

Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki melaksanakan pemantauan langsung kegiatan Penerimaan Terpadu Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di SMA Negeri 3 Kota Serang pada Kamis (07/05).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Banten Hendra Wirawan, Pejabat Utama Polda Banten, Kapolresta Serang Kota Yudha Satria, serta panitia pengawas internal maupun eksternal.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Banten meninjau secara langsung jalannya proses seleksi penerimaan terpadu guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur serta mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).


Kapolda Banten menjelaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara profesional dan terbuka, sehingga seluruh peserta dapat mengetahui hasil seleksi secara langsung pada hari yang sama melalui sistem one day service.

“Pelaksanaan penerimaan anggota Polri di Polda Banten dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis. Selain itu, diterapkan pula prinsip one day service, sehingga peserta seleksi dapat langsung mengetahui hasil yang diperoleh pada hari itu juga,” ujar Hengki.


Lebih lanjut, Kapolda Banten menegaskan kepada seluruh panitia pengawas agar menjalankan tugas secara profesional dan menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

“Kami mengajak seluruh panitia pengawas internal maupun eksternal untuk bersama-sama mengawal proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 agar bebas dari praktik KKN. Dengan proses yang clear and clean, kita dapat mewujudkan Polri yang Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” tegasnya.


Selain melakukan pemantauan, Kapolda Banten juga memberikan motivasi kepada para peserta seleksi agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dan mengikuti seluruh tahapan dengan semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.


Penerimaan Terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Banten merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, serta berintegritas untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di masa mendatang. (Bidhumas).


(Red).