BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Pemerintahan

Second Slider

Pemerintahan

Pemerintahan

Pemerintahan/block-5

Hukum

Hukum/block-3

Pariwisata

Pariwisata/block-3

Latest Articles

Ikuti Arahan Wali Kota Budi Rustandi, Walantaka Prioritaskan Kesehatan Masyarakat

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Camat Walantaka Muslim Sholeh mengunjungi warga.

SERANG – Pemerintah Kecamatan Walantaka, Kota Serang terus bergerak aktif memasyarakatkan pola hidup sehat melalui berbagai program layanan kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk realisasi program "Serang Sehat" yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Serang.

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menyampaikan bahwa implementasi program Serang Sehat di wilayahnya berjalan secara konsisten dan terintegrasi melalui sejumlah kegiatan utama di tengah masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dan instruksi Wali Kota Serang, Bapak Budi Rustandi, kami di tingkat kecamatan berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal dan langsung menyentuh masyarakat," ujar Muslim Sholeh saat ditemui, Rabu (28/10).

Muslim menjelaskan, salah satu agenda rutin yang mengikutsertakan partisipasi aktif warga dan aparatur kecamatan adalah kegiatan senam bersama setiap hari Jumat. Kegiatan senam segar ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain senam rutin bulanan/mingguan, Kecamatan Walantaka juga memaksimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap kelurahan. Melalui Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta pemberian gizi seimbang terus dipantau secara berkala guna mencegah stunting.

Tak hanya pencegahan, pihak kecamatan bersama tenaga kesehatan setempat juga memberikan layanan pendampingan pengobatan bagi warga yang mengalami sakit kronis atau membutuhkan rujukan penanganan medis lebih lanjut.

"Kami memastikan hadir di tengah warga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan pengobatan hingga tuntas. Sesuai intruksi Pak Wali Kota Budi Rustandi, kesehatan warga adalah prioritas utama demi mewujudkan Kota Serang yang sehat dan sejahtera," pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan partisipasi warga, Kecamatan Walantaka optimistis program "Serang Sehat" dapat terwujud secara merata di seluruh pelosok wilayah. (ADV)

Rumah Rusak dan Bocor, Aminah Berharap Bisa Tidur Nyenyak

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Camat Curug Eni Sudaryani menyalurkan bantuan RTLH.



SERANG – Pemerintah Kota Serang terus berupaya membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak. Atas arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, Camat Curug Eni Sudaryani mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Aminah, warga Lingkungan Kadaraha, RT 011/RW 004, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang. Bantuan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi rumah Aminah agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarganya.

Eni Sudaryani mengatakan, program RTLH merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Eni, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang kondisi rumahnya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Rumah yang rusak dan bocor saat hujan tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan penghuni.

“Kalau hujan bocor di mana-mana, tentu untuk tidur saja susah. Dengan adanya bantuan ini, Pak Wali Kota berharap Ibu Aminah dan keluarganya bisa kembali tidur dengan nyenyak dan tinggal dengan lebih nyaman,” kata Eni, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan RTLH dilakukan secara bertahap karena masih ada warga lain di Kecamatan Curug yang mengajukan bantuan serupa. Pemerintah perlu memproses pengajuan berdasarkan data yang masuk serta mempertimbangkan kondisi kerusakan rumah.

“Semua warga yang masuk dalam program RTLH akan mendapatkan bantuan. Hanya saja, pelaksanaannya harus bergiliran karena ada antrean. Data yang masuk lebih dahulu akan diproses terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan kondisi rumah, terutama yang kerusakannya cukup parah,” ujarnya.

Eni berharap, bantuan yang diterima Aminah dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan keluarganya. Perbaikan rumah diharapkan membuat keluarga tersebut dapat beristirahat dengan lebih tenang dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Ia menegaskan, Kecamatan Curug akan terus mengawal pelaksanaan program pemerintah agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, mendapat perhatian.

“Pak Wali Kota tidak ingin lagi ada warga yang kesusahan di bawah kepemimpinannya. Karena itu, kami di kecamatan ikut mengawal agar program bantuan pemerintah bisa dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Eni juga berharap program RTLH dapat terus berlanjut sehingga warga lain yang rumahnya belum layak huni memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman.

Pemerintah Kecamatan Curug turut mengimbau warga yang membutuhkan bantuan agar memastikan data pengajuan dan kondisi rumah tercatat dengan baik. Data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengajuan bantuan berikutnya.

Melalui program RTLH, Pemerintah Kota Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumahnya. (ADV)

Dari Laporan hingga Rumah Diperbaiki, Eni Sudaryani Kawal Bantuan RTLH di Curug

 


 

SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.

“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.

“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.

Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.

Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *

Modernisasi Transportasi Kota Serang, 200 Becak Listrik Disiapkan untuk Pengemudi

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi. 


KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang. 

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.

Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.

Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.

"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.

"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.

Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.

Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.

Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.

"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.

Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.

Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.

PSEL Serang Raya Butuh 1.161 Ton Sampah per Hari, Pemkot Serang Matangkan Skema Pasokan

 

Pemkot Serang Bahas Draft Perjanjian Kerja Sama PSEL Serang Raya, Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih mematangkan skema pemenuhan pasokan sampah untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya. Kebutuhan sampah yang mencapai 1.161 ton per hari menjadi salah satu aspek penting yang harus dipastikan sebelum pemerintah daerah menyepakati perjanjian kerja sama.

Pemenuhan volume sampah tersebut menjadi perhatian karena pemerintah daerah memiliki kewajiban menjaga pasokan sesuai kebutuhan operasional PSEL. Apabila volume yang disediakan tidak memenuhi ketentuan dalam perjanjian, pemerintah daerah berpotensi dikenakan penalti.

Sementara itu, besaran denda maupun mekanisme penerapan sanksi tersebut masih menjadi hal yang perlu dicermati dalam pembahasan kerja sama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pasokan harus dihitung secara cermat. Selain ketersediaan sampah, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan armada dan sistem pengangkutan agar distribusi menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong berjalan lancar.

“Yang dibahas terkait jumlah pasokan sampah, apakah bisa terpenuhi atau tidak, karena nanti apabila tidak terpenuhi ada penalti. Kemudian, langkah-langkahnya bagaimana supaya tidak terkena penalti,” kata Farach dalam keterangannya pada 27 September 2026.

Menurut Farach, produksi sampah dari Kota Serang diperkirakan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pasokan. Namun, kemampuan tersebut tetap harus dibarengi dengan sistem pengangkutan yang memadai dan perencanaan distribusi yang terukur.

“Kalau dari Kota Serang sendiri insya Allah bisa terpenuhi. Tinggal nanti bagaimana proses pemenuhan sampah itu, mulai dari transportasinya bagaimana, sehingga bisa kita penuhi,” ujarnya.

Kesiapan armada menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diselesaikan. Jumlah kendaraan pengangkut sampah saat ini belum sepenuhnya mencukupi untuk mendukung kebutuhan pasokan secara optimal. Karena itu, penambahan armada direncanakan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Serang perlu menyusun perhitungan yang realistis mengenai kemampuan pengangkutan sampah setiap hari. Pasalnya, kebutuhan 1.161 ton per hari tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sampah, tetapi juga konsistensi pengiriman dari sumber sampah menuju lokasi pengolahan.

Gangguan operasional kendaraan, keterlambatan pengangkutan, hingga ketidaksesuaian volume pasokan menjadi sejumlah risiko yang perlu diantisipasi sejak awal. Perencanaan ini penting agar kewajiban pemerintah daerah tidak menjadi beban yang sulit dipenuhi ketika PSEL mulai beroperasi.

Di sisi lain, Pemkot Serang masih mencermati draf perjanjian kerja sama proyek PSEL Serang Raya. Pemeriksaan dilakukan terhadap pasal-pasal yang mengatur hak, kewajiban, mekanisme pemenuhan pasokan, hingga konsekuensi apabila pemerintah daerah tidak mampu memenuhi ketentuan yang disepakati.

Pemkot Serang ingin memastikan setiap kewajiban dalam perjanjian sesuai dengan kemampuan daerah dan didukung perencanaan teknis yang memadai. Kejelasan mengenai mekanisme penalti juga menjadi hal penting agar pemerintah daerah memahami risiko yang mungkin timbul selama pelaksanaan kerja sama.

Dengan kebutuhan pasokan mencapai 1.161 ton sampah per hari, kesiapan logistik dan kepastian aturan menjadi faktor penting dalam kelanjutan proyek PSEL Serang Raya. Pemenuhan aspek tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasional fasilitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi risiko bagi pemerintah daerah. (ADV) 

PSEL Cilowong Makin Siap, Pemkot Serang Tuntaskan Persiapan Lahan dan Pasokan Air

  

Kepala DLH Kota Serang Farach Richi. 

SERANG – Pemerintah Kota Serang mengkaji tiga alternatif sumber air untuk mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Kajian ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kecukupan pasokan air untuk mendukung pembangunan serta operasional fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan tiga sumber air yang menjadi alternatif adalah Cicurugan, Cikaduen, dan Sindangheula. Pemkot Serang mengkaji kelayakan ketiganya dengan melibatkan Perumda Air Minum Tirta Madani dan tim perencanaan dari Chandra Asri.

“Air ini sedang dalam tahap pengkajian. Kita juga berkoordinasi dengan PDAM Tirta Madani. Ada tiga konsep, pertama dari Cicurugan, Cikaduen, sama Sindangheula,” ujar Farach, Senin (5/10/2026) lalu.

Farach menjelaskan, kajian tersebut akan mengukur ketersediaan dan debit air dari setiap sumber. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan proyek PSEL Serang Raya.

Saat ini, Pemkot Serang masih menunggu data neraca debit air dari Balai C3. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan sumber air yang paling memungkinkan. Tim perencanaan dari Chandra Asri turut terlibat dalam proses kajian tersebut.

“Kita sedang menunggu neraca debit air dari Balai C3. Insya Allah, itu dilaksanakan oleh tim perencanaan dari Chandra Asri,” katanya.

Pemkot Serang menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek PSEL Serang Raya berlangsung pada akhir Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah terus mematangkan berbagai persiapan teknis, termasuk memastikan ketersediaan sumber air dan menuntaskan pembebasan lahan tambahan di kawasan TPAS Cilowong.

Farach menyebutkan, proyek tersebut membutuhkan lahan tambahan sekitar lima hektare. Lahan berupa sawah tadah hujan itu merupakan milik sekitar 54 warga atau kepala keluarga (KK) yang saat ini masih menjalani proses administrasi pembebasan.

Menurut Farach, pemerintah telah menyelesaikan penilaian harga atau appraisal dan menyampaikan informasi nilai ganti rugi kepada masyarakat pemilik lahan. Saat ini, Pemkot Serang melanjutkan penyelesaian dokumen administrasi sebelum proses pembebasan lahan rampung.

“Appraisal sudah, penyampaian ke masyarakat sudah. Sekarang sedang dalam tahap penyelesaian administrasi,” jelasnya.

Pemkot Serang menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 miliar untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan tersebut. “Total ganti rugi Rp4,2 miliar,” tegas Farach.

Setelah pembebasan lahan selesai, pemerintah akan melanjutkan penataan aset dan pengurusan sertifikat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan lahan sebelum pembangunan fasilitas PSEL Serang Raya berjalan.

Farach mengatakan, pembangunan PSEL Serang Raya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 hingga 20 bulan setelah groundbreaking. Karena itu, pemerintah terus mempersiapkan kebutuhan pendukung agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Selain pembebasan lahan, kepastian sumber air menjadi salah satu aspek penting yang harus dituntaskan. Pemkot Serang berharap hasil kajian teknis dan penyelesaian administrasi dapat mendukung kelancaran pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPAS Cilowong tersebut. (ADV)

Dari Curug ke Pasar Nasional, Eni Sudaryani Dorong UMKM Perkuat Daya Saing

 

 

Perwakilan Kota Serang dalam ajang Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.


SERANG – Kerajinan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan budaya untuk menarik pembeli. Kualitas produk, inovasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi faktor penting agar hasil karya perajin mampu bersaing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan produk kerajinan agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Eni, potensi kerajinan daerah perlu didukung dengan pengembangan produk yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas budaya lokal. Dengan begitu, kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai produk pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan pengembangan produk yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang pasar baru,” ujarnya.


Eni menyampaikan hal tersebut dalam konteks pengembangan industri kerajinan dan UMKM yang menjadi salah satu sektor potensial untuk memperkuat perekonomian daerah. Ia menilai, pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu upaya memperluas wawasan mengenai peluang tersebut dilakukan melalui partisipasinya dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam kegiatan itu, Eni mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang yang juga merupakan Ibu Wali Kota Serang, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan nasional, termasuk inovasi produk, pengemasan, serta pendekatan promosi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Kecamatan Curug.

“Bagi kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dunia kerajinan nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pengembangan produk UMKM di daerah,” katanya.

Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghasilkan produk kerajinan yang mampu mengikuti perkembangan pasar, sekaligus mempertahankan kekayaan budaya Nusantara.

Ajang tersebut juga menampilkan Parade Pakaian Daerah Dekranasda yang memperlihatkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan potensi kreativitas para perajin nasional.

Bagi pelaku UMKM di Kecamatan Curug, pengembangan kerajinan membutuhkan langkah konkret, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki desain dan kemasan, hingga memanfaatkan promosi yang sesuai dengan target konsumen. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai jual.

Eni menilai, sinergi pemerintah daerah, Dekranasda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membuka peluang pengembangan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring pemasaran, serta mengenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di luar wilayahnya.

“Kehadiran kami bersama Ketua Dekranasda Kota Serang dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap para perajin di Kecamatan Curug terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas lokal. Dengan penguatan kualitas dan pemasaran, kerajinan daerah diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, tantangan pengembangan kerajinan lokal bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan juga memastikan hasil karya perajin memiliki pasar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi produk lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (ADV)